Kamu mencoba terlalu keras untuk menunjukkan seberapa "sempura" hidupmu.
Sering pamer di sosmed, membesar-besarkan penghargaan, kekayaan, dan kemampuan menunjukkan insecure dan kesedihan yang mendalam.
Kamu hidup Cuma untuk menyenangkan orang lain.
Sewaktu kamu mengejar karier, derajat, akademi, atau pilihan penting dalam hidupmu Cuma untuk memenuhi keinginan orang lain atau harapan mereka. Kamu sering banget merasa kamu telah menghabiskan hidupmu dengan sia-sia.
Kamu hampir tidak pernah terbuka tentang kesedihanmu.
Sewaktu kamu mengadopsi bahagia dan sukses sebagai identitasmu, kamu merasa tertekan untuk tetap dalam status itu oleh karna itu kamu jarang mau menyatakan perasaan sebenarnya kamu kepada orang lain.
Kamu mempunyai mood swing yang parah.
Kebahagiaan yang sebenarnya tidak berarti kamu senang pada setiap detik dalam hidupmu, BTW itu mustahil, kalau kamu berubah dari bahagia ke sengsara dan putus asa dalam kurang waktu sebentar, itu tandanya kebahagiaanmu Cuma sandiwara.
Kamu tidak mengetahui siapa sebenarnya kamu.
Semua orang bertindak sedikit berbeda pada situasi berbeda, tapi kalau mau 180 derajat berbeda sifat pada tempat kerja dan rumah, itu indikasi kamu belum ketemu jati dirimu.
Kamu selalu merasa lelah.
Kelelahan kronis berarti meskipun kamu terlihat bahagia di luar, antara kamu sering lembur kerja atau sama sekali tidak menyukai pekerjaan itu ataupun kamu memakai "topeng" pada setiap saat.
ini juga tanda-tanda kecemasan, dan depresi.
Mengisolasi diri dari orang lain.
Ada berbedaan antara sendiri dan kesepian. Banyak orang dapat bahagia sendirian, tapi kalau kamu merasa kesepian meskipun punya hidup "sempurna", itu buktinya kamu kekurangan koneksi sosial yang berharga.
Kebahagiaanmu berasal dari kebiasaannya yang merusak.
Kesenangan jangka pendak seperti ber judi, alkohol, narkoba, dll akan membuat kamu merasa bahagia pada sesaat tapi biasanya akan membawa kesengsaraan jangkah panjang.
Komentar
Posting Komentar