NARSIS?

 Narsis adalah istilah populer di kalangan anak muda Indonesia yang biasanya digunakan untuk mendeskripsikan orang-orang yang terlalu percaya diri dan hobi pamer selfie.

Meski begitu, arti istilah ini meleset dari definisi yang dibuat oleh psikolog ternama, Sigmund Freud. la mendefinisikan narsisme sebagai gangguan kepribadian narsistik (Narcissistic Personality Disorder).

Secara umum, orang yang suka membanggakan diri sendiri secara berlebihan, arogan, manipulatif, dan senang menuntut sesuatu dari orang lain adalah deskripsi yang tepat untuk orang narsis.

Mereka juga terobsesi pada diri sendiri serta merasa sangat yakin bahwa mereka harus dan berhak mendapatkan perlakuan khusus dari orang di sekitarnya. Selain itu, berikut ciri orang narsis yang paling umum.

Merasa dirinya spesial dibandingkan dengan orang lain.

Tidak hanya sekedar arogan atau sombong, ciri orang narsis adalah merasa dirinya jauh lebih penting dibandingkan orang lain. Orang narsis merasa dirinya sangat unik dan spesial. Maka itu, mereka merasa hanya bisa dimengerti oleh orang spesial lainnya. Dengan pemikiran tersebut, orang narsis juga merasa bahwa dirinya tidak pantas jika hanya mendapatkan atau merasakan hal yang biasa-biasa saja. Baginya, hal-hal sederhana sangat tidak sepadan dengan dirinya yang luar biasa dan spesial.

Hidup dalam dunianya sendiri.

Ciri orang narsis berikutnya adalah suka menciptakan dunia sendiri di dalam pikirannya. Artinya, saat dunia yang sesungguhnya tidak mendukung pola pikir betapa spesial diri mereka, maka orang narsis akan membentuk dunia fantasi yang sesuai dengan pemikirannya. Di dalam dunia imajinasi tersebut, orang narsis berpikiran seolah dirinya adalah yang paling sukses, kuat, brilian, menarik, dan sempurna. Dunia fantasi itu sebenarnya dibuat untuk membuatnya terhindar dari perasaan kosong dan malu yang dimiliki jauh di dalam lubuk hatinya.

Butuh diberi pujian terus-menerus.

Orang narsis juga memiliki ciri butuh diberi pujian terus-menerus. Bahkan, jika perlu, orang lain harus memberinya pujian setiap hari meski ia sedang tidak melakukan apapun yang luar biasa. Pasalnya, orang narsis merasa bahwa pemikiran tentang dirinya yang spesial dan sempurna itu butuh divalidasi oleh orang lain. Maka itu, saat kamu berkenalan atau memiliki hubungan dengan orang narsis, biasanya hubungan yang dimiliki cenderung hubungan sepihak saja. Artinya, memiliki hubungan dengan orang narsis biasanya terpusat pada orang tsb. Segala sesuatunya akan tentang dirinya, dan bukan tentangmu.

Merasa berhak mendapatkan segalanya.

Orang narsis berpikir ia berhak mendapatkan segala sesuatu yang diinginkan, karena merasa dirinya begitu spesial. Hal ini membuat orang narsis memiliki standar tertentu mengenai perlakuan orang lain. terhadapnya. Orang narsis akan merasa bahwa dirinya harus diperlakukan dengan sangat baik oleh siapapun. Oleh sebab itu, jika orang lain tidak bisa memberikan apa yang diinginkannya, orang narsis akan menganggap orang tersebut tidak berguna. Apalagi jika kamu meminta "imbalan" atau perlakuan yang sama dari mereka, sikapmu akan ditanggapi dengan sikap dingin.

Tidak pernah memikirkan perasaan orang lain.

Orang narsis memiliki ciri tidak peka terhadap perasaan orang lain. Pasalnya, orang narsis tidak bisa menempatkan dirinya jika berada di posisi orang lain, atau bisa dibilang tidak memiliki empati. Sering kali, orang narsis menganggap orang lain sebagai objek semata. Artinya, keberadaan orang lain hanyalah untuk memenuhi kebutuhannya. Maka itu, orang narsis tidak perlu berpikir dua kali untuk mengambil keuntungan dari orang lain. Khususnya jika orang tersebut dapat membantunya memenuhi atau mencapai target dan tujuannya.

Gemar mengintimidasi orang lain.

Narcissistic Personality Disorder (NPD) dapat memengaruhi berbagai aspek kehidupan orang yang mengalaminya. Orang narsis memiliki ciri suka mengintimidasi, merundung, atau mengecilkan nilai orang lain. Apalagi jika orang lain tersebut memiliki sesuatu yang tidak dimilikinya, ia pasti akan merasa terancam. orang narsis benci melihat orang lain bahagia jika ia tidak bisa merasakannya juga. Oleh karena itu, bagi orang narsis salah satu cara melindungi harga dirinya adalah dengan mengintimidasi orang lain. Cara ini dilakukan untuk meyakinkan diri mereka dan orang lain bahwa tidak ada yang bisa lebih baik dari dirinya.

Komentar