CARA MENGELOLA EMOSI YANG HARUS KAMU KETAHUI

 

pengendalian emosi merupakan suatu bentuk usaha yang menitik beratkan pada penekanan reaksi yang tampak terhadap suatu rangsangan yang menimbulkan emosi dan mengarahkan energi emosi tersebut ke suatu bentuk ekspresi yang bermanfaat dan dapat diterima oleh lingkungan.

#1. Identifikasi emosi yang dirasakan Check pada diri;

• Apa yang aku rasakan saat ini? (kecewa, bingung, marah)

• Apa yang terjadi hingga membuatku merasa seperti ini? (karena diabaikan, kurang kooperatif)

• Apa yang ingin aku lakukan terhadap perasaan ini? (berteriak, melampiaskan frustrasi saya dengan melempar barang, membalas dengan kata kasar.)

• Apakah ada cara yang lebih baik untuk menghadapi situasi ini? (menarik nafas dalam, minum segelas air hangat, mengatakan ketidaknyamanan atau minta bantuan.)


#2. Menerima emosi yang dirasakan

Cobalah menganggap emosi sebagai pembawa pesan. Emosi tidak "baik" atau "buruk" karena netral. Mungkin terkadang memunculkan perasaan tidak menyenangkan, tetapi emosi tetap memberi kita informasi penting yang bisa digunakan.

contoh

"Saya kesal karena dia nggak mendengarkan saya. Saya harus berulang kali bilang...


#3. Menulis mood tracker untuk mencatat emosi apa yang paling sering dirasakan

Menulis (atau mengetik) perasaan dan respons yang muncul membantu kita menemukan pola yang mengganggu.

Hal ini juga membantu kita mengenali keadaan tertentu, seperti masalah di tempat kerja atau konflik keluarga, yang berkontribusi pada emosi sehingga bisa menemukan cara yang efektif untuk mengelolanya


#4. Latihan pernafasan

Latihan pernapasan dalam (deep breath) bisa membantu kita membumi dan mundur selangkah dari emosi yang intens dan reaksi ekstrem apa pun yang ingin kita hindari.

Saat mulai merasakan emosi negatif, coba

• Tarik napas perlahan.

• Tahan. Tahan napas selama tiga hitungan, lalu hembuskan perlahan.

• Pertimbangkan mantra. Beberapa orang merasa terbantu untuk mengulangi mantra, seperti "Saya tenang" atau "Saya santai."


#5. Menjauh dan memberi jarak fisik atau mental

Selain menjauh secara fisik, kita juga bisa membuat jarak mental dengan mengalihkan perhatian.

Coba ini :

jalan-jalan

• menonton film genre komedi

• ngobrol dengan orang yang dicintai

• menghabiskan beberapa menit dengan hewan peliharaan


#6. Kelola emosi dengan menerapkan pola kebiasaan yang sehat

Lakukan beberapa hal ini:

- tidur yang cukup

- meluangkan waktu untuk bicara (dan tertawa) dengan teman-teman

- latihan meditasi atau olahraga

- menghabiskan waktu di alam

- meluangkan waktu untuk relaksasi dan hobi


Jika semua cara telah dicoba tetapi emosi masih intens dan mengganggu, maka disarankan untuk melakukan sesi konsultasi dengan ahli, karena mereka menawarkan dukungan penuh kasih dan bebas penilaian supaya kamu bisa :

• mengeksplorasi faktor-faktor yang berkontribusi terhadap emosi yang tidak teratur

• mengatasi perubahan suasana hati yang parah

• pelajari bagaimana mengatur perasaan yang intens

• melatih perasaan yang intens dan membingkai ulang pikiran dalam menghadapi situasi yang menantang

Komentar