#1. Bicarakan tentang hal-hal baik pada diri sendiri. Ingat bagaimana kamu mengucapkan hal baik dan menenangkan orang lain yang kamu sayang? Begitulah yang bisa kamu lakukan untuk diri sendiri
#2. Menyadari bahwa hidup ini tidak sempurna, jadi mengapa harus memaksakan diri untuk jadi sempurna? Ketika keadaan menjadi sulit dan segala sesuatunya tidak berjalan sesuai rencana, maka praktikkan rasa kasih ke diri dan memaafkan diri
#3. Latih rasa syukur. Fokus secara aktif pada hal-hal positif dari setiap hari yang dijalani. Membingkai ulang pikiran dan mencari hal positif bisa membantu menguatkan diri
#4. Lakukan hal-hal yang selaras dengan minat.
Apapun bentuknya, hal-hal yang kreatif, berkesenian, olahraga outdoor, menonton, apapun yang membuatmu bisa mengembalikan perasaan positif
#5. Buat catatan validasi diri dengan "Brag bucket". Daripada merasa "down" karena menunggu pengakuan dari orang lain, maka tulis dan catat hal yang sudah dilakukan, setiap hari. Baca lagi setiap minggunya, untuk mengingat dan merayakan pencapaian
#6. Belajar untuk menenangkan pikiran, karena pikiran yang tenang adalah cara terbaik melawan tantangan terbesar sekalipun. Lakukan dengan teknik relaksasi, meditasi atau latihan pernafasan yang terpusat pada keadaan saat ini
#7. Lakukan tindakan kebaikan kepada orang lain, sekecil apapun. Riset menunjukkan berbuat baik pada orang lain, dapat meningkatkan kesejahteraan diri dan perasaan bahagia
#8. Berhenti melakukan perbandingan sosial dengan orang lain. Selain menjadi toxic untuk diri sendiri, hal ini membuat emosi negatif semakin kuat dan melemahkan diri
#9. Rangkul dan peluk dirimu. Kasih sayang dan perhatian fisik bersifat meneguhkan dan penuh kasih. Dengan memeluk diri sendiri atau menepuk lengan sendiri, gerakan fisik ini terbukti mengurangi tingkat stres secara alami
Komentar
Posting Komentar