Body image terbagi menjadi 4 aspek:
1 Cara individu melihat diri sendiri (Perseptual). Cara kita melihat tubuh tidak selalu merupakan representasi yang benar dari penampilan kita yang sebenarnya. Misalnya, ada seseorang mungkin menganggap dirinya gemuk padahal sebenarnya berat badannya kurang.
2 Cara individu merasakan penampilannya (Afektif). Perasaan kita tentang tubuh, terutama jumlah kepuasan atau ketidakpuasan yang kita rasakan yang berhubungan dengan penampilan, berat badan, bentuk dan bagian tubuh adalah citra tubuh afektif.
3 Pikiran dan keyakinan yang individu rasakan tentang tubuh (Kognitif). Beberapa orang percaya kalau mereka akan merasa lebih baik jika mereka lebih kurus, yang lain percaya bahwa mereka akan terlihat lebih baik jika mereka mengembangkan lebih banyak otot.
4 Hal-hal yang individu lakukan terkait dengan penampilan (Perilaku). Ketika seseorang tidak puas dengan penampilan mereka, mereka mungkin beperilaku destruktif seperti berolahraga berlebihan atau makan yang tidak teratur sebagai sarana untuk mengubah penampilan. Beberapa orang mungkin mengasingkan diri karena merasa tidak enak dengan penampilan mereka.
Body image atau citra tubuh adalah persepsi yang dimiliki seseorang tentang fisiknya, terutama pikiran dan perasaan yang dialami individu sebagai hasil dari persepsi tersebut.
Body image mengacu pada bagaimana seorang individu melihat tubuh mereka sendiri dan seberapa menarik mereka merasa diri mereka.
Body image seseorang akan berkisar dari positif atau kepuasan dengan tubuhnya, hingga negatif atau ketidakpuasan dengan tubuhnya.
Individu dengan body image positif akan mampu memahami kalau harga diri mereka tidak ditentukan oleh penampilan fisik. Mereka umumnya akan memiliki tingkat kesehatan fisik dan psikologis yang lebih tinggi, penerimaan diri serta perkembangan pribadi yang lebih baik.
Sedangkan individu dengan body image negatif cenderung merasa tidak puas dengan tubuh dan penampilannya, kemungkinan akan membandingkan diri mereka dengan orang lain dan merasa tidak mampu ketika melakukannya, merasa malu, kurang percaya diri, merasa tidak nyaman atau canggung dengan tubuh sendiri, melihat bagian tubuh sebagai sesuatu yang tidak disukai.
Dalam beberapa kasus, memiliki body image negatif dapat menyebabkan munculnya masalah kesehatan mental, seperti depresi.
Ketika seseorang memiliki pikiran dan perasaan negatif tentang tubuhnya sendiri dapat menyebabkan timbulnya ketidakpuasan tubuh.
Pengaruh lingkungan juga berperan besar dalam mempengaruhi orang memandang dan merasakan tentang tubuh mereka. Secara khusus, ketika seorang individu berada dalam lingkungan yang berorientasi pada penampilan atau menerima umpan balik negatif tentang penampilan mereka, misalnya dengan diejek mereka memiliki risiko ketidakpuasan tubuh yang lebih tinggi.
Ditambah bombardir gambar-gambar melalui media seperti TV, majalah, internet dan iklan yang seringkali tidak realistis, yang mempromosikan kecantikan dan penampilan ideal untuk pria dan wanita di masyarakat kita.
Jika seseorang merasa bahwa mereka tidak sesuai dengan gambar-gambar ini, perasaan ketidakpuasan tubuh dapat meningkat dan berdampak merusak pada kesejahteraan psikologis dan fisik orang tersebut.
Hal penting yang perlu kita ingat adalah ada beberapa aspek tubuh yang tidak bisa kita ubah, yaitu yang bersifat genetik. Kita mungkin dapat mengubah beberapa aspek dari tubuh, tetapi penting untuk memahami dan percaya bahwa tidak ada yang benar atau salah dalam hal bentuk atau penampilan tubuh.
Kita perlu belajar menerima bentuk tubuh agar bisa menuju perasaan positif. Sekalipun kita tidak bisa mengubah bagian-bagian tubuh, kita masih bisa mengubah cara kita melihat, merasakan, dan berpikir tentang tubuh kita.

Komentar
Posting Komentar