Emosional abuse atau pelecehan emosional melibatkan upaya untuk menakut-nakuti, mengendalikan, atau mengisolasi diri kita.
Jenis pelecehan ini tidak melibatkan kekerasan fisik, meskipun mungkin melibatkan ancaman kekerasan yang ditujukan kepada kita atau orang di sekitar kita. Perilaku ini dapat dilakukan secara bertahap, tetapi terjadi lagi dan lagi.
Orang-orang dari segala usia atau jenis kelamin dapat melakukan atau mengalami emosional abuse. Dan pelecehan ini tidak hanya terjadi dalam konteks hubungan romantis. Orang yang melakukannya bisa jadi juga rekan kerja, orang tua, atau bahkan anak kita sendiri yang sudah dewasa.
Emotional abuse sama seriusnya dengan bentuk- bentuk pelecehan lainnya dan seringkali menjadi dasar bagi bentuk-bentuk pelecehan lain. Seiring waktu hal ini dapat mengurangi harga diri, kepercayaan diri, dan ketahanan mental korban.
MONITORING.
Perilaku abusive berhubungan dengan keinginan untuk mempertahankan kekuasaan dan kontrol. Mereka mungkin mencoba memanipulasimu untuk melakukan apa yang mereka inginkan. Mereka mungkin mencoba mengendalikanmu dengan memata-mataimu secara digital, memantau keberadaanmu setiap saat, mengambil alih media sosialmu.
HUMILIATION.
Merendahkan atau mengolok-olok kekuranganmu terus-menerus terutama di depan umum; membuat lelucon dan bersikeras itu bukan masalah besar atau tidak mungkin menyakiti perasaanmu; memanggilmu dengan kata-kata hinaan/merendahkan (misal "si bodoh", "hei, pecundang"); menghina penampilanmu (misal "Kamu beruntung ya punya pacar seganteng dia padahal mestinya dia bisa dapat perempuan yang lebih cantik").
EMOTIONAL WITHHOLDING.
Sengaja menahan cinta dan kasih sayang sampai mereka mendapatkan apa yang mereka inginkan; membuatmu merasa seolah-olah kamu tidak layak mendapatkan cinta mereka kecuali kamu memenuhi harapan mereka. Mereka tidak akan menyentuhmu, bahkan untuk memegang tanganmu atau menepuk bahumu. Mereka mungkin menolak untuk melakukan kontak intim jika kamu menyinggung perasaan mereka, atau mereka ingin kamu melakukan sesuatu yang tidak ingin kamu lakukan.
ISOLATION.
Seseorang yang melakukan emotional abuse akan membuatmu terisolasi dari teman, keluarga, atau support system lain dalam hidupmu, terus-menerus mengkritik keluarga atau teman-temanmu, selalu cemburu dengan waktu yang kamu habiskan bersama mereka.
GASHLIGHTING.
Mereka mungkin menyangkal bahwa peristiwa, argumen, atau kesepakatan tertentu pernah terjadi. Taktik ini dapat membuatmu mempertanyakan ingatanmu sendiri, membuatmu percaya bahwa kamu tidak bisa lagi mempercayai nalurimu sendiri.
AGRESSION.
Merusak barang-barangmu saat marah, meninju tembok, melempar barang-barang di dekatmu atau ke arahmu, dll.
CONTROL.
Mengontrol dengan siapa saja kamu berbicara, apa yang kamu bicarakan, bagaimana kamu membawa dirimu, bagaimana kamu berpakaian, dll. Perilaku mengontrol ini bisa hadir dalam bentuk tuntutan atau memanipulasimu dengan kritik terus-menerus.
THREATS.
Mengancammu atau orang sekitarnya dengan atau tanpa senjata, mengancam untuk menyakitimu atau diri mereka sendiri ketika mereka terlibat pertengkaran denganmu.
Komentar
Posting Komentar